“Saya suka sama kamu, Vanala.” Pak Mahesa mengulangi ucapannya lagi, “Sudah sejak lama. Saya suka sama kamu sejak saya lihat kamu pertama kali di kampus saat Brianna mengajak saya ke acara reuni angkatan saya di kampus. Saat itu saya lihat seorang mahasiswi duduk sendirian fokus dengan buku bacaannya padahal disekelilingnya begitu ramai mahasiswi lain yang berkumpul. Saya tertarik karen dia cantik dan dia membaca buku. Awalnya saya menilai mahasiswi itu ansos karena disaat orang lain bersosialisasi, dia malah sibuk dengan bukunya. Tapi saat temannya datang fokus mahasiswi itu berubah. Saya tidak bisa berhenti memandangi mahasiswi itu. Saya melihat bagaimana mahasiswi itu tersenyum melambaikan tangan dan tertawa bersama dengan temannya.” Pak Mahesa menjeda ucapannya untuk tersenyum padaku,

