She is Grace

1063 Words

“Kau memintaku untuk datang ke bar selarut ini, kau pikir aku tidak memerlukan istirahat?” ucap Calvin yang di angguki oleh Meghan. Kedua orang itu adalah Sahabat William sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas. William tidak menjawab. Ia hanya memutar gelas wiski di tangannya, Tatapan matanya tampak begitu frustrasi. “Wajahmu memar, apa kau sekarang berubah menjadi seorang preman?” tanya Meghan dengan nada sinis. William masih tidak menjawab, pelipis sebelah kanannya dan sudut bibirnya tampak mulai terlihat berwarna biru karena pukulan Ford. Jika William bisa menderita memar, bisa di bayangkan bagaimana keadaan Ford. Pria itu bisa dipastikan lebih banyak memiliki luka di wajahnya. “Dasar pria frustrasi,” ejek Calvin dengan nada mengejek. Ia meraih botol wiski yang ada d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD