“Kamu suka sama Deny?” Setelah sepeninggalan Fira, satu-satunya hal yang dilakukan oleh Laila adalah tiduran di kasur sambil menatap langit-langit triplek di kamarnya. Ia kembali merenungi percakapan barusan yang membuat gadis itu heran sampai sekarang. Ia terus mengtakan, “bisa ya?” berulang-ulagn seperti kaset rusak. Tentu saja meskipun gadis itu menyukai Deny, tapi Laila tak sampai hati memberitahukannya pada Fira. Memangnya dia apa? Gadis jahat yang mau bersaing dengan sahabat sendiri. Hanya karena lelaki pula. Memangnya tidak ada lelaki selain Deny? Selain itu Fira juga bercerita mengenai hal-hal yang hanya Fira dan Deny saja yang tahu. Laila agak sakit mendengarnya, tapi sebagai teman dan pendengar yang baik, gadis itu diam dan menahan semua di dadanya. Lama-lama setelah cerita ya

