Tak ada yang lebih menyebalkan bagi Bima dibandingkan dengan harus berjalan tanpa penerangan, apalagi di tempat yang begitu menakutkan seperti jalanan menuju villa pinggir hutan. Semua orang tahu Bima menggunakan kacamata dan meskipun begitu, tak ada yang tahu kalau Bima sebenarnya (agak) rabun senja. Ia tak bisa melihat jelas di malam hari sehingga beberapa kali kakinya terseok batu dan akar-akaran. "Namanya keluarga Adiwijaya kan?" Bantin Bima. Ia berusaha mengalihkan pikiran dari hantu-hantu yang mungkin saja bersembunyi dibalik bayang-bayang pohon besar sepanjang setapak ini. Bima tak tahu banyak soal keluarga Adiwijaya selain keluarga yang menggunakan pesugihan dan menyebabkan Temayang terkutuk. s**l betul memang anak-anak yang terlahir di desa ini,. tak tahu apa-apa lalu terlahir d

