Deny sudah melihat rumah-rumah tertutup dengan rapat, tiada seorangpun di jalanan padahal ini masih pukul empat sore. Deny juga sudah memastikan Suminah pulang dari villa. Wanita tua itu sudah menutup pintu dan mematikan semua lampu yang ia miliki. Deny bahkan sempat melihat rantai dan grendel yang Suminah bawa dari Villa dan kemudian ia pakaian ke pintu depan rumahnya. Deny tidak melihat apa lagi yang nenek tua itu lakukan, hal yang penting baginya adalah mengetahui bahwa villa pinggir hutan sudah kosong. Jadi bergegas, Deny kemudian mengambil tas. Anak lelaki itu menginstruksikan teman-temannya juga untuk berangkat segera. “Ayo!” ajaknya sambil berbisik. Mereka semua keluar lewat pintu depan. Saat ini pintu depan jauh lebih aman dilewati dibandingkan pintu belakang. Suminah masih be

