Pembicaraan Ķendall

1289 Words

"Steve! Cobalah berpikir sehat! Bukankah langkahmu ini terlalu ekstrim? Kau sengaja ingin menikah dan merawat Jacob jauh dari ibunya sendiri? Yang benar saja!" Kendall menatap putranya, penuh pengamatan. Wajah Kendall mulai dipenuhi kerut-kerut penuaan. Ada beberapa titik yang kulitnya tak lagi sekencang dulu. Namun, meski begitu, sorot matanya, semakin hari semakin melembut. Usia justru membuatnya semakin dewasa dan dipenuhi cinta. Seolah-olah Kendall menciptakan dunia baru dalam usia senjanya dengan sang istri, hanya mengisinya dengan kasih sayang. "Aku memiliki keputusanku sendiri, Dad. Kau kali ini tidak bisa ikut campur!" Steve menyesap rokok yang ia apit di antara jari jemarinya, membiarkan asap putih membumbung tinggi. Malam telah cukup larut. Celline dan yang lain telah kemba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD