Pembicaraan dengan Jeffrico (2)

1745 Words

"Dulu, aku adalah seorang gay." Jeffrico mulai menjelaskan. Dia memainkan gelas sampanye dengan ringan, memutar-mutarnya. Lyana menggigit bibir bagian dalam. Jeffrico gay? Sungguh pengakuan yang sulit diterima nalar. Lihat saja tubuhnya. Semua yang ada dalam Jeffrico meneriakkan kemaskulinan. Bagaimana bisa seseorang seperti dia memiliki orientasi seksual belok? Lyana yakin hanya dalam sekali padang, wanita pasti akan suka rela menyembah Jeffrico, membawanya ke atas ranjang. Meskipun usianya sudah tua, tak menampik kesan gagah dan dominan dari dirinya. Hal-hal seperti inilah yang mampu menarik minat kaum hawa. Ada kalanya umur tak lagi dipermasalahkan. "Ehm!" Steve mengangguk kecil, setengah mati mencoba mempercayai perkataan Jeffrico. "Kau bisa bertanya pada ibumu tentang kebenara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD