Suara musik berdentum berirama. Di lantai satu, seorang DJ memainkan musik, membuat banyak orang yang berkerumun melikuk-liukkan badan, menikmati nada yang mengundang. Di sudut-sudut ruangan, pasangan muda-mudi saling berciuman, mengambil celah di setiap keadaan. Sementara itu, di meja konter, duduk Lyana dengan sebuah gelas kristal kecil berisi cairan merah. Disesapnya pelan-pelan cairan itu, turun membasahi tenggorokannya dengan rasa panas. "Turunlah ke lantai utama. Nikmati musik dan lupakan semua masalahmu!" Irina menyenggol lengan Lyana, mengedipkan sebelah matanya. Namun, Lyana tak menanggapi. Dia memesan minuman yang sama sekali lagi, menandaskannya, dan hanya duduk mematung di sisi meja konter. Irina mulai menyumpah serapah. Dia seperti membawa biara ke tempat kotor. "Lyana!

