Seminggu telah berlalu dan pernikahan Lyana semakin buruk. Dalam seminggu, Steve hanya pulang dua kali. Sisanya, Lyana bahkan tak tahu lelaki itu mengepakkan sayapnya ke mana. Jangan tanyakan bagaimana hati Lyana saat ini. Terlalu carut marut. Dia bahkan menghubungi Irina, mencoba menghibur dirinya sendiri. "Steve tidak pulang selama beberapa hari!" Lyana menggigit bibir, berusaha mati-matian agar tak menangis. "Steve tidak … oh … Ya Tuhan. Lelaki b******k itu! Sudah kutebak dia akan bersikap b******n! Dengarkan aku, Lyana! Sekali-kali, keluarlah dan bersenang-senang. Aku memiliki kenalan yang seribu kali lebih baik dari pada Steve. Sejuta kali lebih baik dari pada lelaki t***l itu!" Irina ikut marah. Dia bahkan menekan-nekan lembaran kontrak baru tentang pemotretan yang ia dapat dar

