Elena bisa merasakan betapa hancur, terluka, serta tersayat persaaan Veronica kala menceritakan mengenai mendiang sang adik. Kristal bening di kedua pipi tidak pernah berhenti menetes bahkan semakin menganak bagaikan sungai. Kehilangan orang tercinta sekaligus keluarga tersayang menjadi pukulan telak yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Terlebih meninggal dengan cara tidak diinginkan memberikan kenangan buruk pada orang yang ditinggalkan. Elena bisa memahami rasa kehilangan diidap Veronica, sebab dirinya pernah mengalami hal itu di saat orang tuanya pergi. "Sudah tiga tahun berlalu, tetapi bayangan hari-hari itu masih segar dalam ingatan. Karena itulah-" Veronica menggenggam tangan Elena kuat membuat sang empunya terkesiap. "Kamu jangan pernah berpikiran bodoh untuk menggugurkan k

