Kalang Kabut - 21

279 Words

"Mmm, Cing. Lu nyesel gak pernah nikah sama gua?" Pertanyaan tiba-tiba dari Cahyo membuat Bekti terdiam sejenak. Bekti tak menyangka bahwa laki-laki tersebut mengeluarkan pertanyaan aneh itu. Bekti mengalihkan pandangannya, salah tingkah dan berusaha untuk tidak mempedulikan Cahyo. "Apaan sih, udah ah. Gua mau cabut pulang," ucap Bekti kemudian berdiri. Tiba-tiba Cahyo menangkap tangan Bekti, "Kalau mau pulang, jangab lewat belakang. Disana banyak anak-anak ngumpul. Lewat samping aja," ucap Cahyo dengan wajah datar. Dia melepaskan tangan Bekti, lalu menunduk memainkan gawainya. "I-Iya ... gua cabut dulu," Bekti memeriksa sekitar, dan langsung bergegas untuk pulang seperti perkataannya. Cahyo masih menunduk. Dia menatap layar gawai yang hitam. Karena gawainya ternyata mati karena keha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD