"Mmm, Cing. Lu nyesel gak pernah nikah sama gua?" Pertanyaan tiba-tiba dari Cahyo membuat Bekti terdiam sejenak. Bekti tak menyangka bahwa laki-laki tersebut mengeluarkan pertanyaan aneh itu. Bekti mengalihkan pandangannya, salah tingkah dan berusaha untuk tidak mempedulikan Cahyo. "Apaan sih, udah ah. Gua mau cabut pulang," ucap Bekti kemudian berdiri. Tiba-tiba Cahyo menangkap tangan Bekti, "Kalau mau pulang, jangab lewat belakang. Disana banyak anak-anak ngumpul. Lewat samping aja," ucap Cahyo dengan wajah datar. Dia melepaskan tangan Bekti, lalu menunduk memainkan gawainya. "I-Iya ... gua cabut dulu," Bekti memeriksa sekitar, dan langsung bergegas untuk pulang seperti perkataannya. Cahyo masih menunduk. Dia menatap layar gawai yang hitam. Karena gawainya ternyata mati karena keha

