Revina POV Revina terbangun dengan kepala yang pusing luar biasa, tapi ia masih ingat sepotong mimpinya tadi malam. Ia bertemu Gilang, Gilang memapahnya, memegang tangannya, mengelus kepala bahkan mencium pipinya. Revina begitu bahagia dan jadi tidak ingin bangkit dari tidurnya. Mimpi yang luar biasa.. Batin Revina. Ternyata Gue kangen banget sama mas Gilang. Lanjut Revina lagi, sembari memandang langit-langit kamar selama beberapa saat demi mengumpulkan kesadarannya, hingga akhirnya ia sadar, tidak berada di kamarnya sendiri. Revina tersentak lalu duduk dan mengedarkan pandangannya ke seantero kamar. Kamar terlihat kosong, tidak feminine, tidak juga terlalu maskulin. Jam dinding menunjukkan pukul sembilan. Dimanakah ia? Ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam hingga ia tidak sad

