Chapter 14: Blind Date

1604 Words

Maya POV “Siapa?” Jake bertanya saat Maya menutup pintu dengan bahasa Indonesia yang fasih, tapi dengan sedikit aksen New Yorker. “Tetangga, suka makan disini juga.” “Ooh.” Komentar Jake pendek. “Mama dan daddy said hi. Jess juga. Dia nanya kapan kamu ke NY lagi.” “Gak ada rencana sih dalam waktu dekat.” Jawab Maya. “Jadi kamu sampai Singapur langsung kesini?” Tanya Maya sembari menyiapkan piring dan nasi untuk Jake yang sudah bersiap di meja makan. “That’s right. I took the earliest ship today from Tanah Merah Airport, just for my pretty sister.” Jake tersenyum lebar, dan mulai menyendokkan makanan ke dalam mulutnya. Meski mukanya bule totok, adiknya beda ayah ini lahir dan besar di Batam. Begitu pula Jess, adik lelaki Maya yang kedua. Mereka baru pindah ke Amerika saat Maya akan ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD