Chapter 22: Perang

1581 Words

Maya POV Tidak sengaja bertemu dengan Silvi di hari minggu yang cerah ini tentu tidak masuk ke dalam kriteria hari yang indah bagi Maya. Tapi apa boleh buat, Batam adalah pulau kecil, dan BCS adalah salah satu mall ter-ramai di sini. Tentu saja ia akan sering tak sengaja bersua dengan keluarga sang ayah yang tidak menyukainya. “Gue cuma mau makan dengan tenang, jadi mending lo pergi aja.” Maya membalas ucapan Silvi sambil melengos. “Pergi?” Silvi tertawa mengejek dan langsung duduk di seberang Maya. “Gue kan udah lama gak ketemu, sama mbak tersayang, jadi bisa dong kita ngobrol bentar. Kalian duluan aja ya, nanti gue susul.” Lanjutnya sarkastis pada kedua temannya, yang berlalu meninggalkan mereka juga dengan tawa menghina, jelas ditujukan ke arah Maya. Maya hanya menghela nafas, berusa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD