Satria segera mencoba menelpon Alya, tapi ponselnya tak aktif. Raut wajahnya mengeras, buru-buru ia membuka aplikasi pelacak yang sudah ia pasang di ponsel Alya. Namun layar hanya menampilkan lokasi terakhir: kantor Basarnas, titik kumpul tim medis. “Sial …” desis Satria, tubuhnya menegang. Tanpa menunda lagi, ia menghubungi Jenderal Mardani. Sambungan langsung tersambung. “Mohon izin, Jenderal. Saya harus melapor … Nona Alya kabur lewat jendela kamarnya. Lokasi terakhirnya terdeteksi di kantor Basarnas. Sepertinya ia sudah berangkat bersama tim medis menuju lokasi bencana.” Hening sesaat di seberang, lalu terdengar desahan berat bercampur amarah. “Astaga … anak itu. Sungguh keras kepala!” suara Mardani penuh kesal namun juga cemas. “Mohon maaf, Jenderal. Ini kelalaian saya,” ujar Sa

