Pura-Pura Cinta

1321 Words

Alya segera berlutut menghampiri Satria dengan panik. Satria, meski wajahnya pucat, bergegas menarik pisau yang masih menancap di sisi perutnya. Ia mengerang pelan. “Jangan khawatir, tidak terlalu dalam,” ucap Satria, suaranya dipaksakan tenang. Ia mencoba bangkit dibantu oleh Alya. “Ayo, ke kamarku. Aku obati sekarang.” Alya memapah Satria. Ia tidak peduli bahwa kamar tidurnya terlihat sedikit berantakan akibat kegaduhan tadi, fokusnya hanya pada luka Satria. Alya dengan sigap mengambil tas medis yang selalu ia bawa saat kegiatan kerja sosial. “Coba aku lihat.” Alya memeriksa luka Satria dengan saksama. Darah segar masih membasahi pinggang kemejanya. “Syukurlah, tidak dalam. Hanya sayatan yang lumayan lebar,” kata Alya sambil menghela napas lega, ketenangan seorang perawat mulai men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD