*** Kalau saja waktu bisa diputar, ingin sekali Uli lebih mempertegas perasaannya tapi masalahnya sekarang nasi sudah menjadi bubur. Minggu lalu, sejak terakhir kali Danar menciumnya, laki-laki itu seolah makin gencar mengambil hati Uli. Bahkan ia sampai kelelahan menghadapi tingkah Danar, tapi di sisi lain Uli dapat merasakan perasaan bahagia di hatinya. Hari-hari terasa lebih berwarna. Setiap pulang dari kantor Danar selalu menyempatkan diri untuk mampir ke rumah Kela hanya sekedar untuk bertemu Uli. Setidaknya itu kata Danar. Tidak bisa dipungkiri Uli tersipu dengan segala kelakuan Danar itu meskipun perasaan curiga bahwa bisa saja Danar melakukan itu karena ingin tahu apa saja yang Kela lakukan. Uli menikmati semua perhatian yang Danar berikan. Lagi pula orangtua Danar belum nena

