Seminggu setelah tiadanya Lisa, Fatwa masih belum memiliki semangat untuk menjalani hari - harinya. Dimas sampai tidak tahu lagi harus bagaimana. Kemudian Dimas berencana membuat istrinya itu bisa tersenyum. "Fatwa, besok aku tidak masuk kerja. Apa kita jalan - jalan kemana gitu agar Aurel bisa senang? " tanya Dimas. "Terserah saja, " jawab Fatwa. "Kok gitu, aku tahu kamu sedang berduka. Tapi jangan sampai kamu mengabaikan anak kamu. Lihatlah Aurel, dia sampai kebosanan karena kamu hanya diam saja tidak mengajaknya bermain seperti biasanya, " bujuk Dimas. Fatwa menoleh ke Aurel yang sedang memegang boneka beruang, seperti dirinya Aurel tampak murung. "Astagfirulloh, maafkan hamba ya Alloh. Karena kelemahan iman hamba sampai membuat anak hamba terlantar, " gumam Fatwa menyesal.

