Fatwa sudah bersiap - siap hendak pergi ke pantai, kemudian teringat jika dirumahnya ada tamu masa akan ditinggal pergi. Fatwa berinisiatif untuk mengajak Umami, bagaimanapun jika wajahnya mengingatkannya dengan Arisa yang begitu baik. "Dimas, bagaimana kalau kita ajak Umami? Masa iya kita tinggal pergi? " saran Fatwa. "Kalau begitu coba kamu turun dan tawarin dia, siapa tahu dia mau. Kasihan dia biar sedikit ada hiburan, " balas Dimas. "Iya." Fatwa turun ke bawah, kemudian pintu kamar tidak tertutup sehingga Fatwa bisa masuk tanpa mengetuk pintu. "Permisi, Umami. Bolehkan aku masuk? " Umami langsung meletakkan bingkai foto pernikahan Dimas dan Arisa kembali di laci meja dekat tempat tidur. "Oh Maaf, aku hanya merindukan saudariku saja. Dan sisa kenangan yang aku miliki hanya i

