Fatwa masih tidak tahu harus pergi kemana, mustahil baginya untuk pulang ke rumah orang tuanya. Apalagi Fatwa masih trauma dengan kejadian orang tuanya yang membuang Aurel ke panti asuhan. Saat ini satu - satunya yang dia miliki hanyalah Aurel, dan dia sudah merelakan Bian karena dia merasa tidak pantas lagi untuk pemuda tersebut. Tidak bisa dipungkiri, Fatwa memang sempat memiliki harapan untuk hidup bahagia bersama Bian. Akan tetapi kelakuan Dimas waktu itu telah menghancurkan segalanya. Walaupun dia tahu jika Bian tidak akan mempermasalahkan tetapi Fatwa sadar diri. Sesaat kemudian ada telepon dari Lisa, dengan senang hati Fatwa langsung mengangkatnya. [Fatwa, bagaimana kabarmu? Maaf aku sudah lama tidak mengabarimu, karena aku sedang hamil muda dan kondisiku kurang baik. Jadi sama

