Airin masih berdiri di luar ruang rawat inap Amel, tak tahu apa yang harus dia lakukan. "Kenapa tidak masuk?" Airin mengangkat wajahnya. Irfan berdiri di depannya sambil menatapnya. Sesaat kemudian dia salah tingkah. "Eh, anu, mungkin aku akan menjenguk Bella lebih dulu," ucap Airin sambil beranjak dari tempatnya. "Tunggu aku ikut," ucap Irfan, berjalan mengikuti Airin di belakangnya. Mereka naik ke lantai atasnya, tempat Bella dirawat. Sesampainya di sana, terlihat para perawat berlarian, seperti sedang ada situasi yang darurat. Jantung Airin berdegup kencang ketika tahu mereka menuju kamar Bella. "Apa yang terjadi?" tanya Airin pada salah satu Suster dengan cemas. "Pasien atas nama Bella, sedang dalam kondisi kritis," jawab Suster itu. Mata Airin membulat karena terkejut. Dia la

