Amarah Amel

1623 Words

Irfan berlari dengan cemas sambil membopong tubuh Airin memasuki gedung rumah sakit. "Dokter! Tolong, Dokter!" teriaknya. Seorang Dokter dan beberapa orang perawat langsung menangani Airin. Mereka membawa Airin masuk, diikuti oleh Irfan. "Bagaimana keadaannya, Dokter?" tanya Irfan begitu Dokter selesai memeriksanya. "Dia baik-baik saja, hanya kelelahan saja. Sebentar lagi pasti akan siuman. Untuk sementara biarkan dia istirahat dulu," jawab Dokter. Irfan membuang napas lega. Dokter meninggalkan mereka berdua di ruangan itu. Irfan duduk di samping Airin yang masih belum sadarkan diri. Dia menatap lekat wanita yang pernah menjadi istrinya itu. Penyesalan mulai menyusupinya lagi. Airin berbesar hati memaafkannya atas apa yang pernah dia lakukan. Jari Airin bergerak, dia perlahan memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD