"Gue nggak suka pura-pura. Suka gue tunjukin, nggak suka juga gue tunjukin. Jadi, gue mau bilang kalau gue tuh benci banget sama lo,” ucap Maya penuh penekanan di setiap kata-katanya. wajahnya merah, menyimpan emosi dan kebencian yang tak ditutupi sama sekali. Aca menatap Maya dengan kening berkerut. Ia tak mengerti kenapa perempuan di hadapannya itu sangat membencinya, ia pikir hubungannya dengan Maya selama ini baik-baik saja. Aca selalu mencoba lebih dekat dengan teman dekat Devan itu. "Tapi, kenapa, Kak? Aku nggak merasa ada masalah sama Kakak," ucap Aca pelan. "Itu yang paling gue benci dari lo. Sok polos dan pura-pura bego." Maya mendengkus kasar seraya mengeluarkan selembar undangan dari dalam tas kecilnya. "Bulan depan, Devan sudah nikah sama gue. Jadi, lo nggak usah

