Setelah mengatakan kemauannya pada Florence, Hugo ingin melanjutkan lagi apa yang sedang mereka lakukan. Tapi suara ketukan pintu ruangan Hugo membuat Hugo berdecak kesal. Florence yang ada di bawahnya tersenyum geli. Dan itu membuat Hugo tertegun, jarang jarang Florence bisa bersikap santai saat bersamanya. Tok tok Ketukan pintu ruangan Hugo semakin kencang dan membuat Hugo bangkit dari atas tubuh Florence. Dia lalu membantu Florence bangkit. "Rapikan bajumu, dan masuklah ke kamar lagi." Florence mengangguk dan melangkah pergi ke kamar setelah merapikan bajunya yang berantakan akibat ulah Hugo. Hugo membuka kunci otomatisnya dan masuklah Gerald membawa seseorang di belakangnya. "Siapa dia?" "Sekertaris baru, aku memilih laki laki agar tak ada kejadian seperti hari ini." Hugo ta

