Hugo yang panik membawa Florence ke rumah sakit dengan cepat. Raut wajah Hugo tak bisa di sembunyikan. Di melihat darah yang terus keluar dari sela paha Florence. "Florence bangun, jangan bikin aku takut." Tubuh Hugo mulai merasa gemetar, tiba tiba dia teringat saat dia menolong kakaknya yang kecelakaan dan juga bersimbah darah. Rasanya saat ini berbeda ketika dia menghukum seseorang. Florence istrinya dan mereka orang lain. Anak buah membuka kan jalan untuk Hugo agar segera sampai di rumah sakit. Tak berselang lama Hugo sampai di rumah sakit dan tanpa menunggu brangkat yang akan membawa Florence, Hugo memilih tetap menggendong Florence sampai masuk ke dalam ruang UGD. Pihak rumah sakit yang mengenal Hugo pun tak bisa menolak karena mereka takut jika Hugo malah akan mengamuk. "Tolong

