Florence terus berdiam di tempatnya, sedangkan Julian anteng terlelap. Mereka sudah sampai di perusahaan Hugo, dan Hugo keluar lebih dahulu, membukakan pintunya untuk Florence. Semua yang di lakukan Hugo tak lepas dari penglihatan semua orang. Mereka saling berbisik, apalagi Hugo terlihat memperhatikan Florence sedemikian rupa. "Lihat, tuan Hugo membawa seorang perempuan." "Benar, siapa perempuan itu? Sampai dapat perhatian tuan Hugo segitunya?" Para karyawan Hugo terus bertanya tanya siapa yang di ajak Hugo saat ini. Saat melihat wajah Florence yang imut dan polos tanpa make up mereka semua berdecak kagum. "Wah, cantik." Bisik bisik para karyawan Hugo terdengar. Tapi mereka langsung menunduk diam saat Hugo melewati mereka. Terlihat juga Hugo yang mendorong kereta Julian. "Wah,

