Hugo menghentikan aktifitas mereka, dan napas keduanya terengah. Hugo selalu terpesona dengan wajah Florence yang memerah setiap kali dia menyerangnya seperti itu. Dan inilah yang membuat Hugo melupakan wanita lain yang selalu di panggilnya untuk menyenangkannya. "Aku nggak akan mungkin hukum kamu seperti mereka, tapi aku sendiri yang akan hukum kamu kalau sampai kamu melakukan kesalahan. Hukuman yang bakal bikin kamu selalu menjerit di bawah kuasaku Flo!" Bulu kuduk Florence meremang, dia mengusap lembut rahang Hugo yang membuat Hugo selalu terlena dengan sentuhan itu. "Pergilah, mereka sudah menunggumu. Dan kalau bisa setelah ini selesai kita langsung kembali. Aku ingin bertemu dengan Julian!" Hugo mencium Florence sekilas, dan menurunkan tubuh Florence. Hugo merapikan jasnya yang k

