Sudah beberapa hari ini Hana terus minta maaf atas kesalahannya itu namun Zein tak menggubrisnya sama sekali, ia terus mendiamkan istrinya tersebut dan memilih menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Pagi sekali Zein sudah berangkat ke kantor hingga malam hari barulah ia pulang lalu lanjut bermain sebentar dengan Al, dan kemudian ia kembali menyibukkan diri di ruang kerjanya yang ada di rumah dengan banyak tumpukan kertas. Dan malam ini dengan beraniny Hana memasuki ruang kerja suaminya itu, terlihat Zein tengah duduk bersandar di kursi kerjanya sembari menikmati rokoknya. “Siapa yang mengijinkanmu masuk kemari? aku sedang sibuk” ucap Zein tanpa beranjak dari kursinya. “Sibuk? sibuk apa? sibuk dengan rokokmu itu?” ucap Hana marah. “Keluar! aku sedang tak ingin diganggu” ucap Zein. “S

