“Kau serius?” ucapnya memastikan, namun matanya harus spontan membulat kala melihat pergerakan tangan Gabriel yang hampir meraih sebuah gelas wine disudut ruangan. “Oh, oke oke. Kali ini aku akan menjawabnya serius. Jadi berhenti melempariku barang – barang berbahaya seperti itu sialan!” kini keduanya mulai duduk dengan tenang, saling menatap dengan serius. “Jadi… yang harus seorang pria jantan lakukan ketika menghadapi sosok gadis yang menangis padanya adalah…” - Ketika senja mulai menunjukkan semburat jingganya, Skylar mulai tersadar, menggeliat dari tidur lelapnya. Untuk beberapa saat tampak dahinya mengernyit ketika menyadari bahwa ranjang yang kini ditidurinya terasa berbeda dari ranjang yang selama ini menjadi tempatnya terlelap. Ini terasa lebih empuk dan nyaman, kemudian kedua

