“Tapi aku butuh jaminan.” Ucapnya singkat. Gabriel memutar otaknya, apa yang bisa ia jadikan jaminan agar mommy dari gadis yang menarik perhatiannya itu mempercayainya? “Jaminan? Apa yang anda inginkan? Saya akan mengabulkan semua yang nyonya inginkan supaya nyonya dapat mempercayai saya.” Menggeleng – gelengkan kepalanya, wanita paruh baya itu tentu tidak berpikir untuk menukar putrinya dengan segala yang berkaitan dengan materi milik pria itu. “Ini tidak berkaitan dengan materi nak, kau jelas tau kebahagiaan putriku tak dapat kutukarkan dengan seberapa banyakpun kekayaan yang kau berikan.” Gabriel mengangkat sebelah alisnya. “Jika kau menyetujuinya, maka aku akan memberikan izin untukmu. Ini tentang perjanjian, kau bisa bersama putriku jika kau lolos. Tapi jika kau gagal, jauhi putrik

