“Aku akan menunggumu untuk pulang bersama sepulang sekolah nanti, dan… jangan kabur dariku lagi. Okay?” dengan ekspresi blank serta mata membulat, Skylar hanya mampu mengangguk – anggukkan kepalanya saja, membuat Aaron seketika gemas melihatnya dan mendaratkan tepukan lembut dipucuk kepala Skylar. “Anak pintar.” Ucapnya sebelum benar – benar berlalu meninggalkan Skylar yang berdiri kaku disana. Sialan sekali. Mengapa dirinya dikelilingi dengan tipe pria penuh kejutan seperti ini sih? Apakah ini adalah balasan untuknya setelah mendapat penghianatan dari mantan kekasihnya? – itu suara fikiran Skylar saja sebenarnya. - Prakkk Itu suara yang dihasilkan dari bantingan setumpuk file yang dilapisi stofmap ngomong – omong. Ulah Antonio yang melemparkannya pada meja kerja Gabriel, menghasilkan

