"Ba-Batari, apa yang kamu lakukan?" tanya Tara tergagap karena gadis itu mengangkat pisau. Batari menoleh ke belakang. Dia terkejut karena calon suaminya kini berada tepat di belakangnya. Sambil menunggu nasi gorengnya matang, dia hendak mengiris tomat dan ketimun untuk dijadikan toping. "Kamu sedang apa, Mas?" tanya Batari balik. Ditanya seperti itu membuat Tara bingung mau menjawab apa. Terlalu gengsi bilang ingin peluk Batari yang lagi masak. "E, mau lihat kamu masak," jawab Tara. "Duduk saja, Mas. Sebentar lagi juga masak," jawab Batari. Keduanya saling beradu pandang. Tara paling suka melihat mata Batari yang jernih dan bulat. Jika seperti ini dia ingin lama-lama menatapnya. Takut nasi gorengnya gosong, Batari kembali membalikan badan menghadap kompor. Dengan terampil tangannya

