Bab 30. Biar Tahu Diri!

1109 Words

"Mau apa kamu?" tanya Batari ketika melihat Utari berdiri di samping mobilnya. "Antarkan aku ke kantor. Hari ini Dewa giliran pergi ke lapangan. Jadi, tidak bisa menjemput aku," jawab Utari. Batari menatap tajam kepada saudara tirinya. Wanita itu begitu sombong dan angkuh, sehingga tidak mau naik angkot atau kendaraan umum lainnya. "Berani bayar berapa juta kamu sama aku?" tanya Batari dengan tatapan menantang. "Hah? Hei, kita ini saudara! Apa pantas kamu bicara begitu sama saudara sendiri?" Suara Utari melengking. "Saudara? Sejak kapan kamu mengakui aku sebagai saudara? Bukannya selama ini kamu tidak pernah mau mengakui itu." Senyum sinis tercipta di wajah Batari. Mulut Utari menganga. Dia tidak menyangka Batari akan mengatakan hal itu. Memang benar dia tidak pernah mengakui Batari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD