"Sedayu, keluar kamu!" Sedayu dan Ari bergegas keluar. Ibu-ibu kompleks yang dikenal tukang gosip di warung sayur Lik Slamet berdiri di teras, memandang murka seperti singa kelaparan. "Kalau berzina jangan di kompleks ini. Pergi ke hotel sana!" Ibu ketua tukang gosip mulai mencecar. Dua tangannya di pinggang dan mata melotot tajam. Persis seperti mertua jahat ala sinetron yang sering ditonton Tanta Mardiyah. "Astagfirullah! Siapa yang berzina, Bu?" "Halah, ndak usah berkilah. Videomu sudah tersebar." "Video apa, Bu?" Sedayu gemetaran. Ia bukan artis atau selebgram. Hanya pemilik toko roti yang atas izin Allah lumayan ramai. Jika video itu membuat ibu-ibu menuduhnya berzina, tentu bukanlah sesuatu yang baik. Ari mendekati ibu-ibu itu dan meminta diperlihatkan video yang mereka m

