“Jawab saja , You s**t!” gerutu Reinhard sambil membanting sebuah gelas kristal di tembok tepat di samping kepala Shem hingga serpihan belingnya sebagian menancap di wajah Shem. Shem tetap bergeming, ia tidak menghindar sedikit pun. Untung saja tidak ada yang masuk ke matanya. Terlihat Shem menghela berat nafasnya, begitu juga dengan Reinhard yang semakin frustasi oleh rasa bersalahnya saat menatap wajah dan tubuh Shem yang tak berdaya akibat ulahanya. “Cepat, katakan sesuatu jangan membuat aku menunggu terlalu lama.” Kali ini suara Reinhard jauh lebih tenang seolah ia sedang mengatur emosinya yang sempat membakar jiwanya. “Liza, adalah anak kandung Anda, Tuan. Anda telah menceraikan Nyonya Agata saat ia tengah mengandung. Jika saja saat itu Anda mengatakan akan membatalkan perceraian

