“Iya, Tuan. Nyonya menghubungi saya, katanya Elizabeth ingin menemui papanya,” ucap Shem semakin membuat Reinhard tergopo berdiri. “What?! Aku bagaimana Shem?!” tanya Reinhard terlihat sangat panik bercampur bahagia saat ini. “Anda harus mandi terlebih dahulu, Tuan. Sementara itu biar para pelayan yang akan membereskan semua kekacauan ini.” Shem menggelengkan kepala setres dengan keadaan kamar mewah yang sudah seperti kapal pecah ini. Reinhard langsung setengah berlari tunggang langgang dan beberapa kali ia terpeleset. Shem terkekeh melihatnya. “Ternyata, hanya otaknya saja yang tidak terpengaruh alkohol. Tapi tubuhnya masih sempoyongan, ck! Anak ini membuatku pusing saja,” ucap Shem segera menggapai gagang telepon dan menghubungi resepsionis untuk mengirimkan para pelayan. Tidak me

