BAB 41.

1015 Words

“Shem, apa, aku lebih baik pergi menghampiri Agata saat ini?” tanya Reinhard. “Terserah, Tuan saja. Jika memang itu yang Tuan inginkan maka saya akan mengantar Anda sekarang juga,” ucap Shem yang berharap Reinhard tidak merubah niat baiknya. Namun keraguan di wajah Reinhard tampak jelas, suasana remang ruangan itu membuat Reinhard semakin sesak nafas. Ia lantas menyalakan lampu agar terang. Tapi ternyata justru silaunya sinar lampu membuat kepalanya seperti tertusuk berjuta jarum seketika. Kembali Reinhard berjalan dan mematikan lampu utama. Sampai pada titik emosinya tak tertahankan lagi, Reinhard segera membanting semua benda yang ada di hadapannya. “Fvck! Kenapa harus ada Aves?! Kenapa! Kenapa, Agata juga tidak menjelaskan apa-apa kepadaku!” teriak Reinhard membabi buta. Tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD