“Lalu, bagaimana jika dia justru menolak keberadaan Eliza, Shem? Apa kamu pernah pikirkan sampai sejauh itu? Apa kamu lupa dengan segala siksaan mental yang dia torehkan di lembar kehidupanku?!” “Aku, tidak akan pernah mengijinkan satu orang pun menyakiti anakku. Tidak akan! Walau itu adalah papa kandung anakku sendiri!” tegas Agata tidak lagi mau dibantah. “Baiklah, Nyonya jika itu memang yang Anda inginkan. Saya juga tidak berani untuk melampaui batasan diri saya kepada Anda.” “Tapi satu hal yang perlu Nyonya tau, saya sangat senang melihat keadaan Anda yang sangat sehat dan sangat luar biasa.” Shem tersenyum ramah, ia Bersiap untuk berpamitan. Agata tidak mau membuka ruang pembicaraan yang lebih jauh lagi. Makanya Agata meminta Shem untuk memikirkan kemungkinan terburuk yang akan

