Sang Tuan rumah juga sudah menunggu Reinhard dengan menggunakan Jas buatan perancang model di kerajaan mereka. Keduanya tampak sangat tampan ketika saling bertatap muka satu sama lain. Tak lupa mereka juga saling mengulurkan tangan mereka satu sama lain dan berkenalan dengan ramah. “Reinhard Meshach,” ucap Reinhard. “Wilbert Kent,” sahut Will. “Silahkan duduk, Tuan Reinhard.” Will lalu kembail pada kursi kebesarannya. Wilbert tidak terkejut sama sekali melihat Shem yang kini sedang terbelalak sesaat melihat siapa yang tengah berbicara dengan tuannya. Ia berusaha menguasai dirinya dengan segera mengatur raut wajahnya. Untung saja perubahan mimik wajah tersebut tidak terbaca oleh Reinhard. “Siapa yang ikut dengan Anda, Tuan Reinhard?” tanya Will pura-pura tidak kenal siapa yang sedang

