Kediaman Ilham. 02.25 Pagi. Lala bergerak gelisah di ranjangnya. Ia berkali-kali melirik jam lalu ke sebelahnya, di mana suaminya tengah tertidur dengan lelapnya. Ia berusaha memejamkan matanya namun gagal. Hingga akhirnya, ia memberanikan diri membangunkan suaminya. "Mas... mas..." panggilnya dengan nada lirih. "Mas..." kali ini sebelah tangannya menggoyang-goyangkan lengan suaminya hingga laki-laki itu perlahan membuka matanya. "Kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengucek-ucek matanya. "Lala mau gudeg." "Ha? Budeek?" "Gudeg, mas." "Ha? gudeg?" Ilham melihat Lala mengangguk pelan. "Yaudah nanti mas cariin ya." sebelah tangannya membelai rambut ist

