Made menghentikan mobilnya di depan pagar rumah Elisa. Ia menoleh, melihat sahabat perempuannya masih terisak di sebelahnya. Tisu berserakan di sekitarnya, ia berjanji akan meminta uang untuk mencuci mobilnya pada Wina nanti. "Udah, jangan kebanyakan nangis, nanti kantung air mata lo kering." Kata Made, mencoba membuat lelucon yang bagi Wina sama sekali tidak lucu. "Gue kurang apa sih, Mad? Kok Ibnu tega banget sama gue." Kata Wina sambil menyeka ingusnya dengan tisu. "Kurangnya elu sih banyak, Na. Apalagi dibanding cewek yang tadi sama dia." jawab Made enteng yang langsung membuat Wina menoleh dan menatapnya dengan kilatan tajam. "Kok elu sialan banget sih, Mad. Keluar lo. Dasar sahabat palsu." Wina melipat kedua tangannya di depan d**a. "Lah, sadar, ini mobil gue kali." Jaw

