10. WANITA LICIK!

2325 Words
Setelah insiden p*********n Putri Mahkota dan Putra Mahkota penjagaan di istana kekaisaran mulai di perketat, Kaisar sudah marah sampai ke ulu hati saat mendengar bahwa pembunuh dapat memasuki istana kekaisaran. Selama berhari-hari pengadilan kekaisaran di penuhi aura mengerikan dan kemarahan yang dalam, seluruh mentri mulai berkerja dengan keras agar Kaisar tidak melirik mereka dan melampiaskan kemarahannya. Apa lagi ketika mereka melihat aura dingin dari Putra Mahkota, mereka bergidik ngeri. Chen Rong kembali dengan selamat setelah penjaga Li Hong Yi membunuh seluruh penyerang. Sedangkan Zhang Yuqi harus menelan pil pahit bahwa tubuh Zhang Yuqi lama akan pinsan saat melihat dirinya terluka dan tertekan. Sungguh aneh! Setiap hari dia akan mengeluh! Apa lagi rambutnya semakin banyak memutih jadi dia harus menutupnya dengan jilbab secara keseluruhan dan hanya memperlihatkan mata bulatnya yang indah. Meskipun jiwanya merupakan Lisa Tamara dari abad ke 21, namun beberapa hal masih memiliki Zhang Yuqi lama. Untuk menghilangkan rasa sutuknya dia mulai berkonsentrasi melukis, karena dulu di masa modern dia menguasai kesenian terlalu banyak. "Yang Mulia Nona Chen Rong ingin mengunjungi anda" Zhang Yuqi mengerutkan alisnya, dia menatap Kasim Hao dengan memiringkan kepala dan sedikit berpikir "Biarkan dia masuk" Ucap Zhang Yuqi tegas, dia akan memperlihatkan tingkah konyolnya hanya di hadapan Ye Li, itu juga karena Ye Li sering memprovokasinya terlebih dahulu. Kasim Hao sedikit aneh saat menatap Zhang Yuqi, karena akhir-akhir ini Putri Mahkota terlihat berbeda, namun dia segera menepis pemikiran tidak sopannya, bagaimana pun Putri Mahkota tetaplah Putri Mahkota. Setelah Kasim Hao pergi. Seseorang masuk dengan wajah cantiknya dan langsung duduk di depan Zhang Yuqi "Ahhh Qi'er bagaimana kabarmu! Sudah lama mengapa kau tidak pernah mengundangku masuk?? Bahkan tadi saja penjaga tidak sopan terhadapku. Mengatakan bahwa aku harus meminta izin dulu dari mu! Ah bukankah itu konyol!" Chen Rong tertawa mengingat pengaturan baru dari istana Putri Mahkota. Zhang Yuqi menaikkan sebelah alisnya dia masih fokus melukis sebuah karya, namun pemikirannya sudah jauh melayang (er : Panggilang sayang(qi'er : Qi sayang) Jadi? Gadis bodoh Zhang benar-benar dekat dengan Chen Rong? Heh! Ingat wanita cantik ini bukan Zhang Yuqi lama! Raut wajah Zhang Yuqi berubah dingin, kemudian dia mengangkat kepalanya menatap Chen Rong. Karena beberapa hari ini dia dalam keadaan yang sangat tidak senang, akhirnya dia bisa melampiaskan amarahnya. "Tidakah anda harus memberi salam kepada Putri ini?" "Ahh kamu, selalu bercanda! Sejak kapan aku harus hormat padamu. Haha" Chen Rong masih menatap meremehkan kepada Zhang Yuqi "Saya tidak tahu ternyata nona dari manor Chen sangat tidak sopan terhadap ibu negara selanjutnya!" Nada suara Zhang Yuqi semakin tegas dengan acuh tak acuh. Chen Rong segera membulatkan matanya dia menatap Zhang Yuqi penuh dengan ketidak percayaan dia mengepalkan tangannya saat mendengar 'ibu negara selanjutnya' Di masa depan itu harus aku! "Ah!! Ka-kau! Apa maksudmu??" "Jika seseorang bersikap berani terhadap Putri ini bukankah itu akan mendapatkan hukuman minimal 20 kali cambuk atau jika kaisar tahu maka tidakkah anda akan di hukum gantung?" Zhang Yuqi masih acuh tak acuh menanggapi Chen Rong. "Kamu! Kamu berani padaku!!" Dengan marah Chen Rong menunjuk Zhang Yuqi. Dia masih tidak menyangka bahwa gadis yang selalu dia bodohi berubah menjadi kejam. "Kasim Hao! Bawa Nona Chen untuk 20--" Zhang Yuqi masih melanjutkan kata-katanya tanpa memperhatikan kemarahan Chen Rong yang semakin dalam. Chen Rong menatap tajam Zhang Yuqi sebelum akhirnya dia pasrah. "Saya mohon maaf Yang Mulia saya Mohon maaf!" Kowtow Chen Rong mengetukkan keningnya ke lantai, saat menyadari bahwa Zhang Yuqi tidak bercanda dengan ucapannya. Giginya mengetat dan tangannya mengepal erat. Kasim Hao masuk setelah mendengar seruan dari Zhang Yuqi, namun pemandangan di depannya membuat dia tercengang, karena tidak biasanya Putri Mahkota memperlakukan Nona Chen dengan begitu keji. Apakah Putri Mahkota sudah membuka matanya? Kasim Hao menghampiri Chen Rong untuk menerima pemukulan dan Chen Rong masih memohon menatap Zhang Yuqi "Yang mulia! Yang Mulia anda harus memaafkan saya! Saya akan memberikan make up cantik untuk membuat Putra Mahkota terpesona terhadap anda!" Kasim Hao menatap Chen Rong aneh dia mulai menaikkan sebelah alisnya Gadis tidak tahu malu! Putrinya saat ini tidak akan mempercayai mu lagi Zhang Yuqi yang tertutup jilbab sedikit mengangkat bibirnya dan sedetik kemudian suara merdunya keluar "Tunggu!" Kasim Hao langsung terkejut menatap Zhang Yuqi, ekspresinya seolah-olah mengatakan bahwa ternyata Putrinya masih tergoda dengan kata-kata 'Putra Mahkota'. Zhang Yuqi mengabaikan kontak mata dengan kasim Hao dia dengan acuh tak acuh melanjutkan. "Kasim Hao anda bisa pergi!" "Terima kasih Yang Mulia atas kemurahan hatinya!" Chen Rong mengucapkan rasa syukur, namun di dalam hatinya dia meremehkan Zhang Yuqi semakin banyak. Sekejap mata Zhang Yuqi langsung berubah seolah-olah meminta dan nada suaranya sedikit akrab. "Apa maksudmu tadi?" Chen Rong mulai merapikan baju dan make upnya untuk kemudian dia berbicara dengan antusias "Ah Putri saya akan memberikan resep membuat minyak wangi kepada anda!" "Benarkah?" "Ya! Tapi Qi'er maksud saya Putri mahkota apa kesalahan saya, sehingga anda berubah menjadi asing, kita selalu bersama sejak kecil dan nona ini berjanji akan terus menjaga anda dengan sepenuh hati dan kesetiaan, bahkan dahulu maaf putri jika nona ini lancang kita begitu akrab saya memanggil anda Qi'er anda menyebut saya sister" Chen Rong memperlihatkan ekspresi sedih yang mendalam, seperti bunga mawar yang layu. Zhang Yuqi segera bertanya dengan nada yang biasa. "Apakah kamu mengatakan bahwa Putri ini harus memanggilmu 'sister'?" "Ah saya tidak berani. Jika-jika itu akibat insiden di danau, maafkan hamba ini yang telah di selamatkan oleh putra mahkota!" Chen Rong ketakutan, namun dari kata-katanya itu seolah mengatakan bahwa 'Putra Mahkota berada di pihaknya'. Zhang Yuqi tersenyum bahkan dia ingin tertawa terbahak-bahak Konyol jika dia dapat di provokasi karena Putra Mahkota. Yah lanjutkan usahamu Nona Chen untuk mendekati Putra Mahkota! "Aku tidak pernah membencimu" tapi aku marah karna kau menggagalkan usahaku mendapatkan uang dari janda permaisuri. Zhang Yuqi tidak melanjutkan kata-katanya yang berada di dalam hati. "Ah saya tahu itu! Lalu Qi'er maksud saya maaf Putri mari kita membuat wewangian!" Meskipun nada Chen Rong seolah meminta maaf karena menyebut nama, namun Zhang Yuqi menyadari kejanggalannya, hal itu seolah-olah Zhang Yuqi yang memutuskan keakraban mereka Memangnya dia perduli! Biar bagaimana pun! Dia! Zhang Yuqi Putri Mahkotanya disini! Zhang Yuqi mengikuti intruksi Chen Rong, dia ingin melihat apa saja yang akan di lakukan teratai putih ini untuk mencelakai dirinya. Pelayan yang mengikuti Zhang Yuqi saling pandang tidak mengerti terutama Ye Li yang hanya bisa pasrah mengikuti tuannya, tapi sebenarnya dia juga ingin bertanya Mengapa Putri Mahkota baik kepada teratai putih itu, padahal Putri sudah mengetahui kebusukannya! Hamparan bunga warna-warni membuat taman itu cantik dan elegan, tatanan rumput terawat dengan baik. Zhang Yuqi sedikit terpesona akan pemandangan yang ada di depannya, sungguh dia tidak menyangka bahwa ada taman yang indah di sekitar istana-istana kerajaan. Satu pertanyaan melintas di matanya Jika dia membuat buket bunga dan menjualnya? Tidakkah itu menghasilkan uang? Haha banyak hal di sini yang bisa menghasilkan uang! Tidak ketika di masa modernnya di mana apa-apa harus sekolah tinggi! Disini kau cukup mempunyai otak cerdas seperti dirinya maka kau akan bergelimang harta bahkan menjadi pejabat! Haha Biarkan Ye Li mengambil bunga-bunga ini! Chen Rong melihat ekspresi terkejut dari Zhang Yuqi dia mulai tersenyum cerah "Taman ini merupakan hadiah kaisar kepada yang mulia Putra mahkota ketika Yang Mulia mengalahkan sekte pemuja ular dan ketika saya berada di sini Putra Mahkota selalu kebetulan ada di sini juga, saya merasa itu aneh. Langit mungkin tau apa yang namanya takdir" tatapan matanya seolah-olah mengenang jauh ke masa indah yang cerah. Chen Rong mulai mengeluarkan kata-katanya untuk menyadarkan Zhang Yuqi bahwa dialah yang di sukai Putra Mahkota. Zhang Yuqi yang masih terkesima dengan pemandangan di depannya tidak mendengarkan ucapan Chen Rong dia masih sibuk melayang jauh dengan ide jahatnya dalam mendapatkan uang. Tapi apakah mengambil bunga di sini tidak akan mendapatkan hukuman kekaisaran. Taman ini milik Li Hong Yi Yah Ekspresi Zhang Yuqi menjadi kesal dan sedih. Chen Rong yang memperhatikan ekpresi Zhang Yuqi menyeringai dengan bangga. Ye Li yang berada di belakang sudah menelan amarah tinggi saat mendengar kata-kata dari Chen Rong, kemudian dia mulai berbisik kepada Zhang Yuqi. "Yang Mulia! teratai Putih itu meremehkan anda!!" Zhang Yuqi mulai tersadar, kemudian dia mengerutkan keningnya kali ini ekspresinya penuh kebingungan melihat sikap marah Ye Li dan di satu sisi Chen Rong tersenyum bangga. "Tadi? Apa yang kamu katakan? Putri ini tidak mendengarnya?" "An-anda tidak mendengarnya?" Chen Rong tertelan oleh keanehan dan kekesalan yang mendalam, saat mengetahui bahwa ternyata Zhang Yuqi tidak mendengarkan sama sekali. Tangannya mengepal erat saat mendengar Zhang Yuqi terus melapalkan 'putri ini'! Kemudian matanya melihat sesuatu yang mencerahkan, otak pintarnya mulai berjalan dengan lancar. "Ah lupakan Qi'er mari kita memetik bunga, untuk bahan utama pewangi! " Chen Rong mulai menghampiri bunga yang berada di belakang Zhang Yuqi, namun sedetik kemudian saat dia melewati Zhang Yuqi dia akan terjatuh, tangannya seolah-olah akan menggapai Zhang Yuqi dan dengan sigap Zhang Yuqi menangkapnya, namun Chen Rong menepis tangan Zhang Yuqi hingga ia terjatuh dengan keras sedangkan Zhang Yuqi terhuyung ke belakang tapi dia tidak terjatuh. Jika adegan itu di lihat dari kejauhan maka orang-orang akan berspekulasi bahwa Zhang Yuqi, bukannya membantu Chen Rong tapi dia malah mendorongnya dengan keras, namun karena Chen Rong meminta pertolongan terlalu banyak Zhang Yuqi terhuyung ke belakang. Ahh!!!!!!!..... "Qi'er mengapa anda melakukan hal ini?" Chen Rong terlihat kesakitan, dia terisak pelan dan darah mulai keluar dari tangannya karena terjatuh kebatang pohon bunga mawar Zhang Yuqi melongo melihat aksi Chen Rong dia menatap dengan pandangan yang aneh dan sangat aneh Heh apa yang dia lakukan? "Salam kepada Yang Mulia Putra Mahkota" ucap para pelayan yang berada di belakang, Chen Rong Pun ikut kowtow di bawah saat melihat kedua Putra Mahkota ekspresinya semakin kesakitan dan menyedihkan. Rombongan besar menghampiri mereka dimana disana ada Putra Mahkota Li dan Putra Mahkota Guan. Zhang Yuqi tidak menanggapi kehadiran 2 Putra mahkota dia masih melongo melihat aksi Chen Rong. Sebelum akhirnya dia menaikan kepalanya dan matanya bersitatap dengan rupa tampan Li Hong Yi, dia terdiam sebentar untuk kemudian dia tersadar "Putri ini menyapa kedua Yang Mulia agung" Huang Jun Jie melirik Zhang Yuqi dan Chen Rong bergantian dan Li Hong Yi dengan tatapan dingin datarnya hanya menatap Zhang Yuqi, kemudian dia mengalihkan matanya kepada Chen Rong yang berlumuran darah dan kesakitan dengan air mata di mana-mana seolah-olah ada yang menindasnya. Hati Chen Rong berdegup sangat kencang saat Li Hong Yi dan Huang Jun Jie menatapnya. Dia menembak dua Putra Mahkota sekaligus! Tamat riwayatmu Zhang Yuqi! kemudian Chen Rong kowtow dengan suara serak dan kesakitan "Yang Mulia Putra Mahkota, tolong jangan hiraukan nona dari manor Chen ini atas kesalahan Putri Mahkota, Saya tidak akan mempermasalahkannya, putri mungkin masih kesal kepada saya! Atas kejadian di danau jadi dia tidak ingin menolong saya saat terjatuh. Biarkan saya yang mendapatkan hukuman! Karena saya sangat menyayangi Putri Mahkota! Saya tidak akan mengatakan kejadian ini kepada ayah!" Zhang Yuqi ingin tertawa saat mendengar ucapan Chen Rong. Tidak akan melaporkannya? Lalu apa arti kata-kata Hukuman di limpahkan kepada dia? Bukankah itu akan membuat orang-orang penasaran! Bravo! Bravo! Kau pantas mendaptkan piala oscar! Wanita Cantik ini menghormati anda! Tapi hei! Aku ini hidup di dunia modern dimana sinetron dan drama-drama aneh sudah memperlihatkan perilaku kejahatan apapun yang ada di dunia! Tiba-tiba Mata Zhang Yuqi menunjukan kesedihan yang mendalam dan dalam, namun di dalam hati dia sangat kesal karena dia tidak bisa akting mengeluarkan air mata seperti Chen Rong! Kenapa masih tidak mengeluarkan air mata ah!! Ingatannya mulai mengingat novel yang dia baca, bahwa pemeran antagonis wanita agar keluar air mata selalu mencubit dirinya sendiri. Zhang Yuqi sekali lagi mulai berusaha mengeluarkan tatapan sedih, sedangakn tangannya mencubit pahanya dengan kencang agar air mata keluar. Satu tetes Dua tetes Hingga seterusnya air mata keluar Ah! Paha mulusku yang malang! Ye Li menyadari keterdiaman tuannya dia mulai melihat ekspresi Zhang Yuqi dan wajahnya terkaget-kaget dengan khawatir "Putri jangan menangis!' Li Hong Yi masih menatap Zhang Yuqi, kemudian alisnya mulai mengkerut melihat wajah merah penuh air mata dari Putri Mahkotanya tersebut "Rong'er bukannya aku tidak ingin menyelamatkanmu, tapi-tapi tubuhku masih lemah karena kejadian penculikan kemarin, aku-aku takut itu-itu akan membuatku pinsan dan mengingat kejadian mengerikan penculikan lagi! Putri ini memang lemah!" Zhang Yuqi menggunakan kata-kata manisnya sambil mengeluarkan air mata tapi ekpresinya tersenyum muram seolah-olah saat ini dia orang yang paling menyedihkan dan paling lemah. Chen Rong hampir mengeluarkan bola matanya saat melihat aksi menyedihkan Zhang Yuqi Darimana p*****r ini belajar seperti itu???!.... Ye Li dan pelayan lainnya mulai ikut bersedih saat menatp Zhang Yuqi menangis. "Putri air mata anda terlalu berharga! Anda harus kuat!" Ye Li menangis kesakitan saat dia mulai mengenang kejahatan apa saja yang sudah dilakukan Chen Rong kepada Putrinya, kemudian matanya melintas dengan kejahatan dan senyum cemerlang. "Putri di rambut anda ada ulat" Bisik Ye Li sangat pelan hingga hanya mereka berdua yang mendengarnya, Zhang Yuqi yang mendengar bahwa di rambut indahnya ada ulat langsung memegang rambutnya dengan kedua tangan. Dengan sigap Ye Li memegang seluruh badan Zhang Yuqi dia berseru kaget. "Yang Mulia Putra Mahkota, kepala Putri sakit kembali!" Zhang Yuqi melotot kearah Ye Li Siapa yang sakit??? Teriakan dari Kasim Su menambah suasana menjadi khawatir. "Ah Putri tangan anda berdarah!" Dengan cepat Zhang Yuqi melihat tangannya yang sudah belumuran darah yang terkena beberapa batang bunga mawar saat dia terhuyung tadi. Dengan sekejap kegelapan pun menyelimuti penglihatannya. Sialan kau Zhang Yuqi lama!!... "Aku menangkap Qi'er kamu bawa Nona Chen" Huang Jun Jie yang melihat Zhang Yuqi tumbang berlari menangkapnya, karena dia menganggap Li Hong Yi tidak perduli kepada istrinya dan hanya memperdulikan Chen Rong seperti kejadian di danau. Li Hong Yi menatap dengan permusuhan dan api membara kepada Huang Jun Jie yang memeluk Zhang Yuqi erat, sedangkan Chen Rong penuh kebahagiaan saat mendengar seruan Huang Jun Jie. Seluruh pelayan sudah mengetahui kejadian akhirnya bahwa Putra Mahkota tidak akan berpihak kepada Zhang Yuqi Putri Mahkota yang malang. "Sampaikan kepada Manor Chen bahwa mereka harus menghukum nona mereka karena telah menyebabkan Putri Zhen pinsan!" Kalimat Li Hong Yi membuat semua orang terperangah sedangkan Chen Rong di tempat sudah pias dan muntah darah saat mendengar perintah Li Hong Yi. Dengan semangat perjuangan kasim Su mengangguk dan segera pergi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD