Bab 32 Betapa terkejutnya ketika Hanggoro membaca berkas yang bisa dikatakan wasiat tersebut. Isinya jauh berbeda dengan berkas yang sebelumnya pernah di perlihatkan pada Hanggoro. Tidak terhindarkan, memang akhir-akhir ini ada saja yang membuat jantuk Hanggoro merasa tersentak. “Bisa jelaskan padaku apa maksudnya?” tanya Hanggoro. “Sebelumnya saya minta maaf. Saya tidak memberi tahu tentang hal ini karena memang permintaan dari mendiang Kakek Santo langsung …” Hanggoro semakin dibuat penasaran. Di dalam hatinya Hanggoro terus bertanya dengan apa yang sebenarnya sedang di bahas Pak Pamungkas selaku kuasa hukum dari mendiang Kakek Santo. Masih saling berpandangan serius satu sama lain, mereka menunggu kelanjutan dari perkataan Pak Pamungkas. “Yang tadi Pak Hanggoro lihat dan baca, itu

