Kau Saja Yang Tidak Peka!

1109 Words

“Sudah aku usulkan kepada ayahku, namun pemegang saham yang lain tidak menyetujuinya, karena hanya akan menambah beban operasional tanpa memberikan laba” Ucap Stefany tanpa memalingkan pandangan dari laptopnya. “Ayahku pemilik bisnis restoran dan resort, kita tidak bisa berkolaborasi” Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. “Kau sudah sangat membantu dengan menemaniku disini sekarang” Stefany menatapku dengan lembut. “Semoga saja aku memiliki cucu berbakti sepertimu kelak” Kekehku sambil menepuk-nepuk rambut Stefany. Sekitar satu jam kami berada di perpustakaan, Stefany menggelengkan kepalanya saat melihatku tertidur dengan tumpukan komik. Stefany meregangkan ototnya lalu beranjak untuk mencari buku mengenai kewirausahaan, saat dia berada dirak buku khusus kewirausahaan langkahnya te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD