“Benarkah?” Anastasia memelankan suaraku. Ibu Stefany mengangguk dengan kuat. “Bagaimana bisa? Sejak kapan mereka menjadi dekat?” Anastasia berbisik. Aku mengeluarkan ponselku, memperlihatkan foto Brian dan Stefany yang sedang berduaan di perpustakaan. “Kau tahu, kemarin Stefany meninggalkanku di perpustakaan dan berkencan dengan Profesor Brian” Cibirku. “Jenny, kirimkan foto itu padaku” Pinta Ibu Stefany. Segera aku kirimkan foto itu kepada Ibu Stefany, kulihat dia mengirimkannya untuk Ayah Stefany. “Kalian berdua harus membantu Stefany, aku harap Profesor Brian menjadi menantu kami” Ibu Stefany tersenyum penuh arti. Kami mengacungkan dua jempol tanda setuju lalu melirik Stefany yang sedang mengeringkan rambutnya. “Apa?” Tanya Stefany heran ditatap oleh kami. “Tidak apa-apa, kau

