21. Aura Kebahagiaan

1004 Words

GENDHIS Aku terkejut ketika ada yang menepuk pundakku dari belakang. Saat menoleh aku lihat Pak Zayyan sedang berdiri sambil tersenyum menatapku. Nggak nyangka banget bakal ketemu Pak Zayyan di tempat ini. Dia nggak datang sendirian. Ada seorang cewek kalau dari gayanya mungkin seumuranku. “Sendirian aja, Dhis?” tanya Pak Zayyan setelah aku menghadap dia sepenuhnya. “Iya, Pak. Tadinya mau bareng saudara sepupu saya. Tapi beliaunya sedang ada acara lain. Pak Zayyan sendiri sama siapa?” “Oh, iya. Kenalin ini Zaina. Adik perempuan saya yang pernah saya ceritakan tempo hari.” “Oh, yang ARMY juga ya?” tanyaku sambil menyodorkan tangan lalu menyebutkan namaku pada cewek bernama Zaina itu. Zaina balas menyalamiku sambil menyebutkan namanya juga. “Iya, betul. Wah, bisa kebetulan gini y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD