GENDHIS Terdengar suara lemah Bintang mengucap salam dari arah pintu garasi. Perasaan tadi dia berangkat wajah dan suaranya secerah mentari pagi deh. Kenapa pulang-pulang jadi masam macam mangga muda. Bintang melewati ruang tengah begitu saja tanpa menyapaku. Tak inign merusak suasana hati Bintang yang sepertinya sedang tidak bagus itu, aku memutuskan untuk membiarkan dia tenang dulu. Nanti juga cerita-cerita sendiri. Apalagi yang ada hubungannya dengan Geya, mana tahan dia mikirin sendiri masalah itu. Dia pasti butuh aku sebagai teman ngobrol dan meminta pendapat. Sekitar dua puluh menit kemudian Bintang muncul. Udah segar dan wangi abis mandi. Dia mengambil posisi duduk di sampingku. Mengambil toples berisi camilan kacang almond milikku lalu memangku toples tersebut di atas pahanya.

