BINTANG Tatapan saya tak lepas dari ponsel di tangan. Perasaan saya jadi tidak nyaman sejak Sachika mengabarkan pulang duluan karena sakit. Saya sama sekali tidak bisa menyembunyikan perasaan cemas. Mungkin saking kentaranya Geya sampai menegur saya. “Bin? Kamu baik-baik saja?” tanya Geya. “Iya baik-baik aja. Kenapa, Geya? Kamu butuh sesuatu? Mau aku ambilin?” “Eh, nggak gitu. Justru kamu kelihatannya kayak yang butuh sesuatu sekarang. Apa ada masalah?” Saya menggeleng cepat lalu mengulas senyum terbaik untuk meyakinkan Geya bahwa tidak terjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan. “Nggak ada masalah apa-apa. Aku baru dapat kabar si bocil lagi sakit. Padahal dari tadi nggak kenapa-kenapa dia,” jawabku akhirnya. “Bocil? Apa itu bocil?” “Oh, bocil itu kependekan dari bocah cilik. S

