Selalu Menyayangi

1072 Words

"Luca, aku buatkan teh untukmu." Senyum cerah tidak bisa lenyap dari bibirnya saat Zara mendekati suaminya sambil membawakan secangkir teh. Rambutnya masih sedikit basah. Dia mendekati Luca yang kini duduk di sofa, dalam balutan gaun yang cukup terbuka. Ada beberapa tanda merah di tulang selangka dan lehernya. "Teh? Aku tidak memintanya." Zara tersenyum ketika melihat Luca mengernyit kebingungan. Dia langsung duduk di sebelahnya dan meletakkan segelas teh di meja. "Aku tahu, tapi siapa tahu kamu haus. Kamu sedang apa?" Matanya memerhatikan Luca yang kembali fokus pada laptopnya. Dia tidak tahu apa yang pria itu lakukan. "Hanya memeriksa laporan yang belum k****a sejak tadi pagi." "Ini sudah malam, kamu harusnya jangan terlalu fokus pada pekerjaanmu. Ayah kan sudah menanganinya." "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD