Kelap-kelip lampu disko, kepulan asap rokok dan suara musik yang berdentum dari ujung ke ujung ruangan, menjadi tempat yang mengasyikkan bagi sebagian orang untuk berpesta setelah lelahnya hari. Melepaskan diri dari penatnya masalah hidup, tak terkecuali seorang pria yang duduk di meja pojok dengan segelas whiskey di tangan. Dia tampak termenung seolah memiliki banyak pikiran. Bahkan dia tak menghiraukan suara musik atau banyaknya orang yang berlalu lalang, sampai sebuah suara terdengar dan menarik perhatiannya. "Yo! Luca!" Luca saat mendengar itu seketika menoleh. Meski suara musik begitu keras, tapi suara yang memanggilnya masih terdengar dan dia bisa melihat pria tinggi sebaya dengannya di antara banyaknya kerumunan orang di kelab malam. Senyum lebar itu tidak mungkin bisa Luca lup

